Sabtu, 21 Juni 2008

Kata kakak tingkatku: Perasaan manusia hanyalah sudut kecil dari takdir.

Ketika sudut kecil dalam takdr itu menjadi bagian yang dominan dari kehidupan, maka akankah takdir dikalahkan, perasaan yang hanya sudut kecil dari takdir bisa bangkit lebih hebat dari yang kau duga, kini bukan lagi sudut kecil tetapi jalan takdir itu sendirilah bagian dari perasaan manusia.

JADI JANGAN NGEREMEHIN PERASAAN TULUS MANUSIA

MAU REALIS, LIBERALIS, POSITIVIS, CONSTRUKTIVIS, AKU GAK PEDULI!!! TAPI KALA JADI MANUSIALAH KITA BISA MERASAKAN PERASAAN TULUS, KALO BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI……???????

Aku memang tidak pernah bilang adanya perasaan tulus menghalangi sikap realis tetapi kawan jika semua perbuatanmu didasari atas adanya kepentingan, maka aku jamin pada dirimu…..

Kau tidak akan puas menjadi seorang manusia,,,

Jikalau tujuan ibadahmu hanya untuk kepentinganmu mencapai surga

Jikalau keinginanmu menyampaikan do’a hanya karena tuhan membantu kepentinganmu

Maka perasaan tulus akan cinta, kasih, persahabatan, dan sayang

Tidak akan ada padamu,,,!!!!!!!!!

Dan jika perasaaan itu tidak ada padamu,,,

Maka kau lebih rendah dari pada hewan

Walau hewan tidak punya ketajaman berfikir layaknya manusia

Paling tidak mereka mempunyai naluri untuk saling mengasihi

Jangan mengisi dunia ini dengan sikap realis

Atau kau akan menjadi makhluk yang mengerikan,,,,,

Jangan lagi menghentikan perasaan hanya karena mempunyai kepentingan, mungkin memang dunia sudah bertindak secara realis, tetapi jika kau menambah kerealisan dunia dengan sikap realismu maka aku jamin sekali lagi bahwa tidak akan ada manusia yang puas karena mereka manusia, mereka akan menjadi serakah akan kepentingan masing-masing, mencurigai orang-orang yang berada di sekelilingnya, mencenderai perasaan satu sama lain,,, bukannya aku ingin kalian menghentikan sikap realis tapi sadarilah…. Ada saatnya sikap realis itu kita kubur dalam-dalam dan capailah suatu perasaan tulus kepada sesama, sayangilah perasaanmu, sayangilah perasaan sayang, dan sayangilah ketulusan dari perasaan sayangmu…..

Aku bukan liberalis, bukan positivis, bukan construktivis… bukannya aku tak perlu idealis

Tapi selama aku bisa menggunakan perasaanku untuk menyayangi orang lain, maka aku hidup.

Kamis, 19 Juni 2008

tugas Azmeeeen

NAMA : NARITA ANGGRAINI

NIM : 070910101121

JURUSAN : ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Tugas Azas Menejemen, mengamati film dengan judul “Master and Commander” dan memberikan tanggapan tentang :

1. Kepemimpinan

2. Tujuan

3. Pengorganisasian

4. Mekanisme control (evaluasi)

Jawaban:

1. Kepemimpinan

Model (gaya) kepemimpinan yang dipakai ada dua yaitu formal dan non-formal, mengapa saya mengatakan begitu, itu karena sang Kapten Aubrey memakai kepemimpinan yang formal, tegas dan berkharisma ketika ia memerintah sang anak buah klasinya, yang bisa dibilang awak kapal dengan pangkat terendah di kapal yang beliau pimpin dan beliau memang sangat disiplin dalam melaksanakan kepemimpinannya kepada para kelasinya agar mereka mematuhi dan mengakui adanya perintah yang harus mereka jalankan dalam tiap kata sang kapten tersebut, sang kelasi harus memberi hormat ketika kapten tersebut lewat di depan mereka, dengan cara menggenggam tangan di depan kepala seperti akan melepas topi dan menganggukan kepala sedikit seperti menunduk, ketika berbicara pun harus menggunakan kata “sir” untuk memanggil sang kapten dan anak buah yang pangkatnya lebih tinggi dari pada kelasi, seperti anak buah yang memakai seragam tentara inggris merah dan biru, termasuk sang kapten para anak buah yang berseragam patut mereka hormati. Gaya kepemimpinan kapten yang seperti ini memang harus di ikuti agar kita tidak dianggap lemah oleh anak buah dan dianggap remeh sehingga mereka tidak akan mematuhi kata-kata kita dan membangkang setiap kali kita memberikan perintah, yang lebih parah anak buah yang menganggap remeh pimpinannya akan membicarakan sang pemimpin sehingga akan berefek hal yang tidak baik bagi pelaksanaan misi dan visi suatu organisasi, yang saya resapi dari peringatan sang kapten saat menasehati Tn. Hollom, salah satu letnan berseragam biru yang lemah dan tak berani dengan bawahan yang ia pimpin sehingga ia sangat diremehkan para kelasi, sang kapten mempunyai tiga jurus bagi seorang pemimpin yaitu kekuatan, kehormatan, dan disiplin jika ketiga hal tersebut kita peggang kita akan mendapatkan kehormatan dari anak buah dan takkan diremehkan, alasannya karena dengan menunjukkan kekuatan, seperti yang dilakukan oleh kapten Aubrey pada sang kelasi yang kurang ajar pada Tn. Hollom dengan cara mencambuk kelasi tersebut dihadapan kelasi yang lain, maka orang lain terutama anak buah yang kita pimpin akan takut dan mengakui kekuatan kita sebagai seorang pemimpin dan memberi mereka pelajaran jika melakukan sesuatu ingatlah pada pemimpin yang akan memberikan hukuman sehingga pekerjaan yang mereka lakukan akan sesuai dengan keinginan pemimpin, yang kedua adalah kehormatan dalam bahasa saya, saya lebih suka menterjemahkan dengan kata “Jaim”(jaga image), yang artinya menjaga kelakuan di depan anak buah agar kita terlihat berkharisma dengan keberadaan kita, dan yang terakhir adalah disiplin hal ini berkaitan dengan “Jaim’ yang saya sebutkan tadi karena ketika kita bersikap jaim tanpa adanya tindakan nyata, anak buah akan berfikir kita hanya berpura-pura mempunyai kekuatan saja tetapi dengan adanya disiplin pada diri sendiri dan orang lain, maka anak buah yang melihat apa yang menjadi hasil perbuatan kita akan berdecak kagum dan pastinya menimbulkan suatu rasa hormat dan berakhir pada kepatuhan pada perintah. Kepemimpinan non-formal yang saya sebutkan diatas hanya berlaku bagi sang dokter kepada kapten kaarena mereka adalah teman dekat yang dapat membagi rasa bersama, sehingga hanya terkesan sebagai cara berkomunikasi antar teman yang non-formal, ketika mereka berbeda pendapat pun mereka memakai kata-kata non-formal, hal ini tak terlalu berkaitan dengan kepatuhan mutlak, karena masing-masing individu ini sudah mengerti pemikiran,kekuatan, kehormatan, kedisiplinan, satu sama lain sehingga yang ada hanyalah saling bertukar pemikiran dan nasehat. Seperti yang dilakukan sang dokter kepada kapten dan sebaliknya, walau terjadi macam-macam kesalah pahaman dan pertengakaran tetapi hal tersebut bisa diselesaikan dengan baik.

2. Tujuan

Tujuan yang terdapat pada film ini adalah mengejar kapal perancis, anak buah dari Napoleon Bonaparte yang menjadi musuh inggris, kapal tersebut bernama Acheron, Kapten Aubrey harus menyerang, membakar, bahkan membawa bangkai kapal tersebut sebagai hadiah untuk raja, tetapi ditengah perjalanan sang Dokter yang mengabdi pada ilmu pengetahuan berencana mengadaka penelitian di pulau Galapagos yang tadinya memang menjadi rencana bersama sang kapten tetapi ketika ada sebuah informasi yang menyatakan bahwa Acheron harus segera dikejar karena akan mengarah ke tempat yang tak bisa terkejar maka rencana berubah sang Kapten lebih teobesei untuk mengejar Kapal buruannya itu dari pada menepati janjinya mengadakan penelitan ke pulau Galapagos sesuai rencan Dokter, nah di sini kita akan melihat 2 tujuan yang berbeda dalam satu organisasi hal ini akan menyebabkan perpecahan antar sesama anggota organisasi sehingga dalam kondisi seperti ini, diperlukan adanya kompromi dan permusyawarahan antar pemimpin yang harus memutuskan, sempat terjadi perkelahian antara Dokter dan sang Kapten untuk menentukan tujuan tatapi kekuasaan tetap dipegang sang kapten sebagai pemimpin, dan menurut kehendaknya tujuan tersebut dilaksanakan oleh anak buah kapal

3. Pengorganisasian

Pengorganisasian yang dilakukan sang kapten adalah dengan cara membagi ABK (anak buah kapal) yang kelasi menjadi beberapa bagian dan di ketuai oeh seorang letnan, sebagai contoh saat mereka akan berperang dengan Acheron ABK kelasi dibagi menjadi penembak meriam, penembak senjata laras panjang, Penyerang, Pengambil alih kapal dan lain-lain, setiap kelompok tersebut diketuai oleh letnan yang bertugas untuk bertanggung jawab atas apa yang telah diperintahkan sang kapten kepada mereka. Tipe pengorganisasian seperti ini memiliki strategi untuk membagi ABK berdasarkan keahliannya dan diawasi satu manager yaitu letnan dan letnan-letnan itu diketuai langsung oleh sang Kapten

4. Mekanisme control (evaluasi)

Mekanisme control yang dilakukan oleh sang kapten cukup baik karena ia dapat menempatkan anak buah yang sesuai keahliannya pada tempatnya (the right man on the right place), selain itu strategi yang dibuatnya sangat menakjubkan, berpura-pura menjadi kapal nelayan inggris biasa sehingga bisa mendekatkan diri dengan kapal Acheron karena jarak tembak meriam yang sangat minim, dengan anak buah yang telah diatur sebelumnya juga rencana (visi) ke depan sehingga dapat dengan tepat mengenai sasaran yang dapat dibilang sangat mustahil dikalahkan karena persenjataan yang jauh lebih canggih dibanding persenjataan yang dimiliki kapal “Surprise”, tetapi dengan strategi yang rapih membuat rencana sesuai dengan arah tujuan kapal musuh memperkirakan waktu dan mengatur sedemikian rupa, model dari mekanisme control Sang Kapten adalah mekanisme control bercabang satu bawahan membawahi yang lainnya begitu seterusnya seperti model mekanisme kerja MLM.

tugas AHI kyu

NAMA : NARITA ANGGRAINI

NIM : 070910101121

JURUSAN : ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Tugas Azas Hukum Internasional

Jelaskan menurut pendapatmu apakah Hukum Internasional itu benar-benar dibutuhkan oleh negara?

Ya, menurut saya hukum internasional dibutuhkan oleh negara. Saya melihatnya dari sudut pandang secara positivis dimana Hukum Internasional itu dibuat dan disepakati berdasarkan kesadaran negara-negara itu sendiri[i], disini saya befikir bahwa ketika kesepakatan itu dibuat maka terdapat adanya kebutuhan dan kepentingan pada negara-negara tersebut, hukum internasional walaupun tak seketat hukum nasional tetapi mempunyai kekuatan yang mengikat karena adanya suatu kehendak bersama yang lebih tinggi dari kehendak masing-masing negara untuk tunduk pada hukum internasional. Secara yuridis hukum internasional membatasi gerak negara tetapi juga melindungi negara itulah kenapa hukum internasional masih dibutuhkan oleh negara, sebagai contoh ketika negara A menyerang negara B, secara hukum negara A bersalah dan patut dihakimi tetapi kekuatan hukum tidak hanya menyalahkan pihak yang bersalah tetapi juga melindungi dan melakukan pembelaan melalui prosedur yang benar.

Hukum Internasional sendiri mengarahkan pada tujuan yaitu perdamaian, ketentraman, dan hubungan kerja sama yang harmonis dimana gerak gerik negara yang dibatasi merupakan arahan agar negara-negara tersebut dapat melakukan interaksi dengan tidak seenaknya, tidak saling menyerang, dan menghormati hak-hak negara lain sebagaimana mestinya, Hukum Internasional sering dianggap tidak dibutuhkan karena banyak negara-negara super power yang tidak patuh pada hukum internasional sendiri dan membuat seakan-akan hukum tersebut merupakan fasilitas dari kepentingan pribadi negara tersebut[ii], tetapi sama seperti hukum nasional hukum internasionalpun mengalami yang namanya pelanggaran, dan yang dilakukan negara super power tersebut termasuk dalam kategori itu, pada tiap pelanggaran yang di lakukan oleh negara manapun pasti mereka melakukan pembelaan atau pembenaran bahwa mereka sejalan dengan hukum yang ditegakkan, mereka tak pernah beralasan akan tidak adanya hukum yang berlaku, dan itu adalah bukti bahwa mereka sendiri masih membutuhkan dan menghormati adanya hukum internasional.

Kebutuhan akan hukum internasional tidak hanya terbatas pada negara-negara saja tetapi juga subyek hukum lainnya seperti organisasi internasional dan tak terkecuali bagi individu-individu dalam hubungannya dengan negara, tatanan yang harmonis itulah yang dibutuhkan organisasi internasional terhadap hukum internasional, bagaimana suatu organisasi internasional berjalan ketika tidak ada hukum yang mengatur, ketika semua anggota bertindak semaunya tanpa adanya batasan, coba kita pikir ketika negara tidak lagi membutuhkan hukum internasional bagaiman interaksi yang sehat antar negara bisa terwujud, bagaimana ketika kesalahpahaman yang muncul berakibat perang pada akhirnya menimbulkan kehancuran suatu negara dan ketika itu tidak ada suatu badan hukum pun yang dapat menghentikan tindakan-tindakan seperti itu, maka kita hanya menunggu adanya penjajahan, ketidak tentraman, perang, penderitaan masyarakat dunia, pembunuhan, dan lain sebagainya.

Kebutuhan bukan hanya dari kepentingan tetapi juga kebutuhan akan hidup lebih baik, kebutuhan akan adanya hubungan antar negara yang harmonis mengingat adanya kedaulatan tak terbatas yang dimiliki negara, maka hukum internasional ada untuk membatasi kedaulatan negara-negara, bukan berarti hanya membatasi tetapi juga memperjuangkan kedaulatan negara[iii].



[i] Mauna, Boer.2000.hukum Internasional:Pengertian, Peranan, dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global.IKAPI:Bandung

[ii] Starke, J.G., Pengantar Hukum Internasional Jilid I, Edisi kesepuluh, Sinar Grafika, Jakarta, 2000

[iii] Wayan, Parthiana, I, Pengantar Hukum Internasional, Mandar Maju, Bandung, 1990

Rabu, 04 Juni 2008

well...... welcome to my blog
ni blog kuw yang pertama .....
silahkan kasih komentar untuk setiap posting
tapi untuk sekarang aku lagi sibuk jadi gak mungkin nulis banyak-banyak thanks for you all...
see you soon

Mengenai Saya

Foto saya
akuh orang na byasa aja gak suka dengan segala sesuatu yang menunjukkan kesombongan, mencintai keragaman, memiliki kepribadian yang uanehh, suka gambar, tapi bukan pelukis, kritikan bukan sesuatu yang pantas dibuat pegangan karena tiap orang beda tauuuu.... tapi gpp kalo mau ngritik.. suka baca komik en cerita ampe mulut kering en akhirnya berhenti karena kehausan... aku suka berteman dengan orang yang tidak neko-neko.. benci banget orang yang suka membeda-bedakan ras, fisik, agama, en mendiskriminasikan mereka menjadi bagian yang dikucilkan... damn u!! tapeh ga papah kalo emang mereka pantes dikucilkan... woooouuuu gak konsisten