NAMA : NARITA ANGGRAINI
NIM : 070910101121
JURUSAN : ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
Tugas Azas Menejemen, mengamati film dengan judul “Master and Commander” dan memberikan tanggapan tentang :
1. Kepemimpinan
2. Tujuan
3. Pengorganisasian
4. Mekanisme control (evaluasi)
Jawaban:
1. Kepemimpinan
Model (gaya) kepemimpinan yang dipakai ada dua yaitu formal dan non-formal, mengapa saya mengatakan begitu, itu karena sang Kapten Aubrey memakai kepemimpinan yang formal, tegas dan berkharisma ketika ia memerintah sang anak buah klasinya, yang bisa dibilang awak kapal dengan pangkat terendah di kapal yang beliau pimpin dan beliau memang sangat disiplin dalam melaksanakan kepemimpinannya kepada para kelasinya agar mereka mematuhi dan mengakui adanya perintah yang harus mereka jalankan dalam tiap kata sang kapten tersebut, sang kelasi harus memberi hormat ketika kapten tersebut lewat di depan mereka, dengan cara menggenggam tangan di depan kepala seperti akan melepas topi dan menganggukan kepala sedikit seperti menunduk, ketika berbicara pun harus menggunakan kata “sir” untuk memanggil sang kapten dan anak buah yang pangkatnya lebih tinggi dari pada kelasi, seperti anak buah yang memakai seragam tentara inggris merah dan biru, termasuk sang kapten para anak buah yang berseragam patut mereka hormati. Gaya kepemimpinan kapten yang seperti ini memang harus di ikuti agar kita tidak dianggap lemah oleh anak buah dan dianggap remeh sehingga mereka tidak akan mematuhi kata-kata kita dan membangkang setiap kali kita memberikan perintah, yang lebih parah anak buah yang menganggap remeh pimpinannya akan membicarakan sang pemimpin sehingga akan berefek hal yang tidak baik bagi pelaksanaan misi dan visi suatu organisasi, yang saya resapi dari peringatan sang kapten saat menasehati Tn. Hollom, salah satu letnan berseragam biru yang lemah dan tak berani dengan bawahan yang ia pimpin sehingga ia sangat diremehkan para kelasi, sang kapten mempunyai tiga jurus bagi seorang pemimpin yaitu kekuatan, kehormatan, dan disiplin jika ketiga hal tersebut kita peggang kita akan mendapatkan kehormatan dari anak buah dan takkan diremehkan, alasannya karena dengan menunjukkan kekuatan, seperti yang dilakukan oleh kapten Aubrey pada sang kelasi yang kurang ajar pada Tn. Hollom dengan cara mencambuk kelasi tersebut dihadapan kelasi yang lain, maka orang lain terutama anak buah yang kita pimpin akan takut dan mengakui kekuatan kita sebagai seorang pemimpin dan memberi mereka pelajaran jika melakukan sesuatu ingatlah pada pemimpin yang akan memberikan hukuman sehingga pekerjaan yang mereka lakukan akan sesuai dengan keinginan pemimpin, yang kedua adalah kehormatan dalam bahasa saya, saya lebih suka menterjemahkan dengan kata “Jaim”(jaga image), yang artinya menjaga kelakuan di depan anak buah agar kita terlihat berkharisma dengan keberadaan kita, dan yang terakhir adalah disiplin hal ini berkaitan dengan “Jaim’ yang saya sebutkan tadi karena ketika kita bersikap jaim tanpa adanya tindakan nyata, anak buah akan berfikir kita hanya berpura-pura mempunyai kekuatan saja tetapi dengan adanya disiplin pada diri sendiri dan orang lain, maka anak buah yang melihat apa yang menjadi hasil perbuatan kita akan berdecak kagum dan pastinya menimbulkan suatu rasa hormat dan berakhir pada kepatuhan pada perintah. Kepemimpinan non-formal yang saya sebutkan diatas hanya berlaku bagi sang dokter kepada kapten kaarena mereka adalah teman dekat yang dapat membagi rasa bersama, sehingga hanya terkesan sebagai cara berkomunikasi antar teman yang non-formal, ketika mereka berbeda pendapat pun mereka memakai kata-kata non-formal, hal ini tak terlalu berkaitan dengan kepatuhan mutlak, karena masing-masing individu ini sudah mengerti pemikiran,kekuatan, kehormatan, kedisiplinan, satu sama lain sehingga yang ada hanyalah saling bertukar pemikiran dan nasehat. Seperti yang dilakukan sang dokter kepada kapten dan sebaliknya, walau terjadi macam-macam kesalah pahaman dan pertengakaran tetapi hal tersebut bisa diselesaikan dengan baik.
2. Tujuan
Tujuan yang terdapat pada film ini adalah mengejar kapal perancis, anak buah dari Napoleon Bonaparte yang menjadi musuh inggris, kapal tersebut bernama Acheron, Kapten Aubrey harus menyerang, membakar, bahkan membawa bangkai kapal tersebut sebagai hadiah untuk raja, tetapi ditengah perjalanan sang Dokter yang mengabdi pada ilmu pengetahuan berencana mengadaka penelitian di pulau Galapagos yang tadinya memang menjadi rencana bersama sang kapten tetapi ketika ada sebuah informasi yang menyatakan bahwa Acheron harus segera dikejar karena akan mengarah ke tempat yang tak bisa terkejar maka rencana berubah sang Kapten lebih teobesei untuk mengejar Kapal buruannya itu dari pada menepati janjinya mengadakan penelitan ke pulau Galapagos sesuai rencan Dokter, nah di sini kita akan melihat 2 tujuan yang berbeda dalam satu organisasi hal ini akan menyebabkan perpecahan antar sesama anggota organisasi sehingga dalam kondisi seperti ini, diperlukan adanya kompromi dan permusyawarahan antar pemimpin yang harus memutuskan, sempat terjadi perkelahian antara Dokter dan sang Kapten untuk menentukan tujuan tatapi kekuasaan tetap dipegang sang kapten sebagai pemimpin, dan menurut kehendaknya tujuan tersebut dilaksanakan oleh anak buah kapal
3. Pengorganisasian
Pengorganisasian yang dilakukan sang kapten adalah dengan cara membagi ABK (anak buah kapal) yang kelasi menjadi beberapa bagian dan di ketuai oeh seorang letnan, sebagai contoh saat mereka akan berperang dengan Acheron ABK kelasi dibagi menjadi penembak meriam, penembak senjata laras panjang, Penyerang, Pengambil alih kapal dan lain-lain, setiap kelompok tersebut diketuai oleh letnan yang bertugas untuk bertanggung jawab atas apa yang telah diperintahkan sang kapten kepada mereka. Tipe pengorganisasian seperti ini memiliki strategi untuk membagi ABK berdasarkan keahliannya dan diawasi satu manager yaitu letnan dan letnan-letnan itu diketuai langsung oleh sang Kapten
4. Mekanisme control (evaluasi)
Mekanisme control yang dilakukan oleh sang kapten cukup baik karena ia dapat menempatkan anak buah yang sesuai keahliannya pada tempatnya (the right man on the right place), selain itu strategi yang dibuatnya sangat menakjubkan, berpura-pura menjadi kapal nelayan inggris biasa sehingga bisa mendekatkan diri dengan kapal Acheron karena jarak tembak meriam yang sangat minim, dengan anak buah yang telah diatur sebelumnya juga rencana (visi) ke depan sehingga dapat dengan tepat mengenai sasaran yang dapat dibilang sangat mustahil dikalahkan karena persenjataan yang jauh lebih canggih dibanding persenjataan yang dimiliki kapal “Surprise”, tetapi dengan strategi yang rapih membuat rencana sesuai dengan arah tujuan kapal musuh memperkirakan waktu dan mengatur sedemikian rupa, model dari mekanisme control Sang Kapten adalah mekanisme control bercabang satu bawahan membawahi yang lainnya begitu seterusnya seperti model mekanisme kerja MLM.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar