Kata kakak tingkatku: Perasaan manusia hanyalah sudut kecil dari takdir.
Ketika sudut kecil dalam takdr itu menjadi bagian yang dominan dari kehidupan, maka akankah takdir dikalahkan, perasaan yang hanya sudut kecil dari takdir bisa bangkit lebih hebat dari yang kau duga, kini bukan lagi sudut kecil tetapi jalan takdir itu sendirilah bagian dari perasaan manusia.
JADI JANGAN NGEREMEHIN PERASAAN TULUS MANUSIA
MAU REALIS, LIBERALIS, POSITIVIS, CONSTRUKTIVIS, AKU GAK PEDULI!!! TAPI KALA JADI MANUSIALAH KITA BISA MERASAKAN PERASAAN TULUS, KALO BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI……???????
Aku memang tidak pernah bilang adanya perasaan tulus menghalangi sikap realis tetapi kawan jika semua perbuatanmu didasari atas adanya kepentingan, maka aku jamin pada dirimu…..
Kau tidak akan puas menjadi seorang manusia,,,
Jikalau tujuan ibadahmu hanya untuk kepentinganmu mencapai surga
Jikalau keinginanmu menyampaikan do’a hanya karena tuhan membantu kepentinganmu
Maka perasaan tulus akan cinta, kasih, persahabatan, dan sayang
Tidak akan ada padamu,,,!!!!!!!!!
Dan jika perasaaan itu tidak ada padamu,,,
Maka kau lebih rendah dari pada hewan
Walau hewan tidak punya ketajaman berfikir layaknya manusia
Paling tidak mereka mempunyai naluri untuk saling mengasihi
Jangan mengisi dunia ini dengan sikap realis
Atau kau akan menjadi makhluk yang mengerikan,,,,,
Jangan lagi menghentikan perasaan hanya karena mempunyai kepentingan, mungkin memang dunia sudah bertindak secara realis, tetapi jika kau menambah kerealisan dunia dengan sikap realismu maka aku jamin sekali lagi bahwa tidak akan ada manusia yang puas karena mereka manusia, mereka akan menjadi serakah akan kepentingan masing-masing, mencurigai orang-orang yang berada di sekelilingnya, mencenderai perasaan satu sama lain,,, bukannya aku ingin kalian menghentikan sikap realis tapi sadarilah…. Ada saatnya sikap realis itu kita kubur dalam-dalam dan capailah suatu perasaan tulus kepada sesama, sayangilah perasaanmu, sayangilah perasaan sayang, dan sayangilah ketulusan dari perasaan sayangmu…..
Aku bukan liberalis, bukan positivis, bukan construktivis… bukannya aku tak perlu idealis
Tapi selama aku bisa menggunakan perasaanku untuk menyayangi orang lain, maka aku hidup.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar